Pengertian Systems Development Life Cycle (SDLC)

Jumat, 17 Februari 2012

Systems Development Life Cycle (SDLC)

Systems Development Life Cycle (SDLC) merupakan siklus hidup pengembangan system. Dalam rekayasa system dan rekayasa perangkat lunak, SDLC berupa suatu proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut.

Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak.

Pengembangan SDLC adalah proses yang digunakan oleh analis system untuk mengembangkan sistem informasi, termasuk persyaratan, validasi, pelatihan, dan pengguna (stakeholder) kepemilikan. Setiap SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, mencapai penyelesaian dalam waktu dan perkiraan biaya, bekerja secara efektif dan efisien di saat ini dan direncanakanTeknologi Informasi infrastruktur, dan murah untuk mempertahankan dan biaya efektif.

Fungsi SDLC

Untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam fase fase utama dalam SDLC, yaitu :

Perencanaan : Mengapa Mengembangkan Sistem?

Analisis : Siapa, apa, kapan dan dimana sistem diterapkan?

Perancangan : Bagaimana kerja sistem?

Implementasi : Bagaimana Sistem Dipasang/diinstall?

Ø Perencanaan :

· Mengidentifikasikan Nilai Bisnis

· Analisis Kelayakan

· Membuat Rencana Kerja

· Mengatur Staff

· Mengontrol dan Mengarahkan Projek

Ø Analisis :

· Analisis masalah

· Mencari informasi yang terkait dengan sistem

· Menentukan model proses

· Menentukan model data

Ø Perancangan :

· Perancangan Proses secara Fisik

· Perancangan Arsitektur Sistem

· Perancangan Interface

· Perancangan Basis Data dan Berkas

· Perancangan Program

Ø Implementasi:

· Construction

· Instalation

Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil kegiatannya (deliverable). Apabila kegiatan utama tersebut dijabarkan ke dalam langkah-langkah yang lebih rinci dapat digambarkan seperti berikut :

+---------------------------------------------------------------------+

: ANALYSIS : DESIGN : IMPLEMENTATION :

+---------------------------------------------------------------------

: :

+---------------+ : :

+-->: Problem : : :

| : Detection : : :

| +---------------+ +-----------+ +-----------+

+---------> | | : | | : |

| +---------------+ | : +---------------+ | : +---------------+

| : Initial : | : : Output : | : : Programming / :

| : Investigation : | : : : | : : test :

| +---------------+ | : +---------------+ | : +---------------+

+---------> | | : | | : |

| +---------------+ | : +---------------+ | : +---------------+

| : Requirements : | : : Input : | : : Training / :

| : Analysis : | : : : | : : Other :

| +---------------+ | : +---------------+ | : +---------------+

+---------> | | : | | : |

+---------------+ | : +---------------+ | : +---------------+

: Generation of : | : : Files :--+ : : System :

: Alternatives : | : : : : : Change Over :

+---------------+ | : +---------------+ : +---------------+

| | : :

+---------------+ | : :

: Selection of :--+ : :

: Proper System : : :

+---------------+ : :

System Development Methodology adalah suatu rangkaian langkah untuk mengimplementasikan SLDC itu sendiri. Dalam dunia rekayasa perangkat lunak terdapat empat buah metodologi dalam menerapkan SLDC, yakni :

Waterfall Development Methodology

Parallel Development Methodology

Rapid Application Development

Agile Development: Extreme Programming

Kelima metodologi tersebut tidak ada yang paling bagus. Semua mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tergantung suatu kelompok pengembang perangkat lunak menggunakan metode apa yang paling cocok dengan kondisi lingkungan pengembangan perangkat lunak tersebut.

Systems Development Life Cycle (SDLC)



Waterfall Development Methodology

Waterfall Development Methodology merupakan suatu cara pengembangan software yang fase – fasenya berurutan. Sebuah fase tidak bisa dikerjakan sebelum fase sebelumnya telah selesai dikerjakan.

Kelebihan dari Waterfall Development Methodology adalah :

Proses pengidentifikasian sistem memerlukan waktu yang lama sebelum fase programming dimulai

Meminimalisasi pengubahan sistem pada saat proses pengembangan perangkat lunak

Kekurangan dari Waterfall Development Methodology adalah :

Fase perencanaan / design harus dilakukan pada paper yang khusus sebelum fase programming dimulai

Terjadi selisih waktu yang cukup lama antara pengajuan sistem dan pembaharuan sistem

Parallel Development Methodology

Parallel Development Methodology merupakan suatu cara pada SDLC yang melakukan fase design dan implementation secara paralel.

Kelebihan dari Parallel Development Methodology adalah :

1. Meminimalisasi waktu penjadwalan

2. Meminimalisasi kesempatan untuk dikerjakan ulang

Kekurangan dari Parallel Development Methodology adalah :

1. Masih menggunakan dokument di kertas

2. Menggabungkan subproyek memerlukan suatu keahlian yang khusus. Biasanya banyak terjadi kegagalan pada saat proses penggabungannya

Rapid Application Development

Rapid Application Development merupakan suatu cara penerapan SDLC dengan membuat suatu software prototype terlebih dahulu dan kemudian dipresentasikan ke costumer. Jika costumer menyetujuinya, maka software akan dikembangkan lebih lanjut.

Kelebihan Rapid Application Development adalah :

1. Pengguna dapat memperoleh / menggunakan sistem lebih awal

2. Pengguna dapat merencanakan beberpa tambahan untuk versi setelahnya

Kekurangan Rapid Application Development adalah :

1. Pengguna bekerja dengan sistem yang sebenarnya belum selesai secara keseluruhan

Agile Development: Extreme Programming

Agile Development: Extreme Programming merupakan suatu pengerjaan perangkat lunak secara cepat. Metode ini sangat cocok untuk proyek perangkat lunak yang membutuhkan waktu lebih instan dalam pengembangannya.

Kelebihan dari Agile Development: Extreme Programming adalah :

1. Hasil bisa didapat dalam waktu yang sangat cepat

2. Bekerja lebih baik dalam projek dengan tidak ada perubahan yang tak tentu

Kekurangan dari Agile Development: Extreme Programming adalah :

1. Membutuhkan kedisiplinan tinggi

2. Tepat hanya jika dilakukan di projek kecil

3. Membutuhkan lebih banyak inputan dari pengguna

Untuk menentukan metode mana yang lebih cocok diterapkan dalam pengembangan proyek perangkat lunak, maka harus memperhatikan hal berikut :

Clear user requirements

Familiarity with technology

Complexity of system

Reliability of system

Time schedule

Schedule visibility

source

0 comments:

Poskan Komentar